Semalam, pkl 23.00, tanggal 24 Oktober 2010, saya berkunjung ke seorang pasien di Rumah Sakit Pantai Indah Kapuk. Kondisi pasien dalam keadaan kembung, dengan perut keras dan bersendawa terus menerus. Setelah dilakukan terapi, terjadi sendawa yang lebih banyak. Muntah-muntah, dlsb. Yang kalau dibiarkan sedikit lebih lama, keadaannya akan menjadi lebih baik.
Setelah ditunggu-tunggu, belum terjadi reaksi instan. Maka, akhirnya dilakukan tindakan medis, berupa pemasangan selang NGT oleh beberapa suster rumah sakit. Dengan tujuan, agar cairan, angin yang ada di dalam perut bisa tersalur keluar melalui selang NGT yang dipasang. Dan ternyata benar, setelah bebeapa saat terjadi keluar cairan dan angin, dan keadaan pasien berangsur-angsur tenang.
Pemasangan selang NGT ada teknik dan caranya. Yaitu, diukur dari hidung ke telinga. Kemudian diberi tanda oleh perawat yang melakukan pemasangannya. Dan diukur lagi dari kening sampai ke perut di bawah jantung, juga diberi tanda. Setelah itu selang NGTnya diberi jel di sekelilingnya. Akhirnya, selang NGT dimasukkan ke dalam hidung, di mana untuk memudahkan pemasukan tersebut, si pasien diminta menelan, seperti sedang mengunyah makanan ke dalam perut. Setelah terpasang sempurna, terjadi cairan yang mengalir dari perut ke keluar. Dengan demikian proses pemasangan selang NGT selesai dan berfungsi dengan baik.